Kecil mungil melekat pada diriku. Dua tahun setelah keluar dari rahim malaikat duniaku. Kulit coklat dengan rambut acak layaknya anak cowok. Hampir setiap hariku, terlewati untuk bermain di luar rumah. Sangat bandel dan gesit biasanya mereka menyebut aku anak tomboy. Hingga tiga tahun berlalu. Sifatku yang gesit dan bendel terganti dengan pendiam dan penakut. Layaknya seorang anak yang dijahati seseorang. Namun, bukan seseorang. Lebih tepatnya sesuatu yang transparan. Awal aku sekolah di taman kanak-kanak. Bukan TK, lebih tepatnya Roudhotul Athfal (RA). Ibu mengantarku dengan mengayuh sepeda onta. Kenapa kamu tak naik sendiri seperti teman-temanmu?. Pertanyaan yang sungguh menyakitkan. Aku takut dengan perkakas itu. Sebenarnya aku ingin bisa tapi rasa trauma itu yang membuatku berhenti mencoba. >flashback< Satu tahun lalu, aku di belikan sepeda onta kecil. Berwarna merah sesuai dengan warna kesukaanku. Aku semangat sekali memperlajarinya. Bahkan aku terus merengek p...