Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Pandangan Pertama?

Batik hijau dengan motif khas Bojonegoro, lengkap dengan veste alba  dan jilbab putih yang melekat menutupi aurotku. "Sarapannya di dapur, ambil sendiri dan makanlah cepat!" Teriak ibu dari arah halaman bersama sapu lidi yang setia. Tanpa membalas sepatah katapun, aku bergegas pergi dan makan. Setelah di kira cukup dengan semua persiapan dari sarapan, buku pelajaran, dan sepeda baru. Aku segera beranjak dan berpamit. Ku kayuh sepeda dengan penuh peluh. Rumah kedua yang tersungkur diujung desa dan jalanan yang berpunggung batu. Sampai pada bilik persegi dengan keramik kumuh yang kuno. Bangku berjajar tak berpenghuni. Aku melakukan tanggung jawabku setiap rabu dengan tembok tak berwarna menjadi saksi apakah aku korupsi atau mencuri. Waktu berjalan sambil berlari. Ilmu demi ilmu terlewati dengan senyum ramah para ahli, sedangkan kami...peluh menghampiri. Matematika selalu menjadi musuh bebuyutan siswa-siswi. Kini aku berada pada titik jenuh pembelajaran. Pepatah mengatakan ...

Bekas Luka membawa TRAUMA

Kecil mungil melekat pada diriku. Dua tahun setelah keluar dari rahim malaikat duniaku. Kulit coklat dengan rambut acak layaknya anak cowok. Hampir setiap hariku, terlewati untuk bermain di luar rumah. Sangat bandel dan gesit biasanya mereka menyebut aku anak tomboy. Hingga tiga tahun berlalu. Sifatku yang gesit dan bendel terganti dengan pendiam dan penakut. Layaknya seorang anak yang dijahati seseorang. Namun, bukan seseorang. Lebih tepatnya sesuatu yang transparan. Awal aku sekolah di taman kanak-kanak. Bukan TK, lebih tepatnya Roudhotul Athfal (RA). Ibu mengantarku dengan mengayuh sepeda onta. Kenapa kamu tak naik sendiri seperti teman-temanmu?. Pertanyaan yang sungguh menyakitkan. Aku takut dengan perkakas itu. Sebenarnya aku ingin bisa  tapi rasa trauma itu yang membuatku berhenti mencoba. >flashback< Satu tahun lalu, aku di belikan sepeda onta kecil. Berwarna merah sesuai dengan warna kesukaanku. Aku semangat sekali memperlajarinya. Bahkan aku terus merengek p...

Start and Welcome

Aku Laily, sebut saja ini catatan pengisi waktu luang. Dengan menuangkan semua yang pernah tertuang dalam semangkuk bakso berbagai farian isi dan rasa tercampur rata didalamnya. Inilah perjalananku dari setiap tikungan jalan yang pernah kulalui menuju satu kehidupan dan terangkum rapi di memori ingatanku. Izinkan aku membagi semua petualangan yang pernah, saat ini, dan akan ku alami. Termaktub secara sederhana dalam goresan font kecil melalui media elektronik yang dilengkapi fitur-fitur canggih sehingga bukan hanya aku tapi kamu pun mampu menelusuri hingga titik dasar tulisan ini. Sebelum masuk dalam setiap ranting pada batang tulisan ini. Maka akan ku awali dari akar dengan memperkenalkan kepadamu bahwa aku adalah Laily. Lahir pada 23 Ramadhan 1421 H. Lahir di kota angling darmo dan bertepatan setelah sholat tarawih berjamaah. Sesosok perempuan yang penakut tapi mempunyai ambisi yang kuat, keras kepala, dan susah diatur. Lahir pada rebo wage dalam hitungan nya tepat berjumlah 15....