Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sekali Menyala, Membakar Semuanya

Kala itu, bukan aku tempramental. Tapi karna si brengsek itu mencoba rasa pipi ku. Sebelum melakukan aksinya lebih dulu aku menampar pipi tirus itu "plak". Ia meringis kesakitan. Ingin mengadu, lirikan mata ku menghalangi. Akhirnya ia beranjak pergi dan meninggalkan ku seorang diri. Sempat aku ingin bantik hpnya yg ditangan ku. Beruntungnya aku berhasil mengontrol jiwa buruk itu. Setelah beberapa menit ia kabur dari pandangan ku. Dari kejauhan terdengar langkah kaki yg buruk dengan desahan nafas yg besar. "Cih...ngapain juga balik" ujar ku dalam hati masih geram ingin memukulnya lebih keras lagi. "Nih buat kamu, ayok pulang!" Katanya sambil mengulurkan bingkisan ditangan dengan nada sedikit tinggi seakan aku musuhnya. "Hmmm" kata ku singkat dan segera mengambil bingkisan itu dan berjalan cepat menuju parkiran. Sampai di rumah, beburu aku masuk kamar dan meninggalkan bingkisan itu di meja. Aku tidak peduli dia mau mampir bertemu mereka atau tida...